Berbagai Macam Modalitas Untuk Pencitraan Medis
Ada berbagai macam jenis alat yang digunakan untuk keperluan pencitraan medis. Alat-alat (modalitas) berikut memiliki sumber energi yang berbeda-beda. Karena itulah cara penggunaan dan hasil citra yang dihasilkan juga berbeda-beda.
1. General X-Ray
- Jenis modalitas pencitraan medis yang pertama
- Sumber sinar x diarahkan mengenai satu sisi tubuh pasien, dan detektor sinar x diletakkan di sisi tubuh lainnya
- Menghasilkan citra 2 dimensi
- Satu titik pada citra mewakili satu garis dari tubuh yang dilewati sinar x
- Tidak bisa membedakan kedalaman (tidak punya resolusi axial)
- Sebuah modalitas yang menggunakan sumber energi berupa sinar x untuk melihat kondisi organ dalam tubuh secara real time
- Biasa digunakan untuk prosedur medis yang membutuhkan pengamatan secara langsung
3. Mammography
- Modalitas yang digunakan untuk mendapatkan citra dari payudara
- Menggunakan energi sinar x yang lebih rendah dibandingkan modalitas lainnya
- Alatnya tersusun atas tabung sinar x, kompresor, platform penyangga, dan detektor
4. Computed Tomography (CT)
- Sinar x melewati tubuh melalui tabung sinar-x yang berputar mengelilingi tubuh. Detektor yang ada di sisi lain tabung sinar x menangkap data hasil proyeksi. Data tersebut kemudian diproses melalui komputer sehingga dapat menghasilkan citra.
- Citra yang dihasilkan dapat berupa citra 2 dimensi, 3 dimensi, atau lapis per lapis
5. Pencitraan Kedokteran Nuklir
- Menggunakan radiofarmaka (radioisotop + zat pembawa) yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien secara oral atau injeksi. Lalu detektor akan mendeteksi sinar x atau sinar gamma yang dihasilkan dari proses peluruhan radioisotop
6. Single Photon Emission Computerize Tomography (SPECT)
- Detektor sinar x atau sinar gamma untuk pencitraan kedokteran nuklir
- Dapat berotasi mengelilingi tubuh pasien dan dapat mengambil citra dari banyak sudut seperti CT scan
- Citra yang dihasilkan dapat berupa citra 2 dimensi, 3 dimensi, atau lapis per lapis
7. Positron Emission Tomography (PET)
- Peluruhan radioisotop di dalam tubuh pasien menghasilkan positron. Positron ini kemudian berinteraksi dengan elektron dari jaringan sekitar dan mengalami anihilasi yang menghasilkan energi dalam bentuk 2 foton.
- Scanner PET terdiri dari detektor-detektor yang dapat mengidentifikasi kedua foton
- PET lebih sensitif dalam mendeteksi radioisotop dibandingkan dengan SPECT
- SNR (Signal to Noise Ratio) pada PET lebih besar daripada SPECT
- PET memiliki resolusi spasial yang lebih besar daripada SPECT
8. Magnetic Resonance Imaging (MRI)
- Memanfaatkan sumber medan magnet buatan di luar tubuh pasien
- Medan magnet yang digunakan 10.000 - 60.000 kali lebih besar dari medan magnet alamiah bumi
- Pasien diposisikan di daerah medan magnet dan dikenai radio frekuensi. Frekuensi resonansi gelombang radio yang dihasilkan dari pasien dapat digunakan untuk diolah menjadi citra
9. Ultrasonografi (USG)
- Memanfaatkan gelombang bunyi dengan frekuensi tinggi (2 - 20 MHz)
- Transduser menghasilkan gelombang bunyi yang masuk ke tubuh dan dipantulkan kembali dalam bentuk gema balik.
- Gema balik akan ditangkap oleh transduser dan ditampilkan dalam bentuk citra
- Cocok untuk janin karena tidak ada efek samping dari radiasi pengion seperti pada sinar x
Referensi :
Bushberg, Jerrold T. 2002. The Essential Physics of Medical Imaging. Lippincott
Williams & Wilkins : California









Komentar
Posting Komentar